Aksi Adaptasi Sektor Kehutanan

Tentang Jalan NDC Indonesia

Apa itu adaptasi perubahan iklim?

Adaptasi perubahan iklim adalah berbagai upaya menyesuaikan diri yang kita lakukan dalam bidang ekologi, sosial, atau ekonomi sebagai respon terhadap berbagai stimulus, dampak atau efek terkait perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim bertujuan untuk memperkecil potensi kerusakan akibat perubahan iklim atau justru untuk mengambil manfaat darinya. Dengan semakin memburuknya krisis iklim, seluruh negara dan masyarakat di dunia harus mencari solusi dan menjalankan aksi-aksi untuk menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim yang telah terjadi sekaligus mempersiapkan diri untuk dampak-dampak yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Mengapa adaptasi perubahan iklim menjadi penting?

Karena menurut UN Environment Programme (UNEP), upaya kita untuk mengurangi emisi karbon sudah tidak lagi cukup untuk menghentikan terjadinya dampak negatif perubahan iklim. Negara dan masyarakat di berbagai belahan dunia harus bersiap menghadapi dampak iklim yang berubah dan bumi yang semakin panas. Berbagai dampak negatif telah dirasakan masyarakat di seluruh dunia dalam bentuk meningkatnya frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem, mulai dari gelombang panas (heatwave), kekeringan panjang, banjir, badai, topan, dan kebakaran hutan dan lahan. Belum lagi berbagai konsekuensi yang mengikutinya seperti meningkatnya bencana alam maupun non-alam, gangguan kesehatan, kerusakan infrastruktur, kerusakan ekosistem, kekurangan pangan, dan lain sebagainya.

Siapa saja yang rentan terkena dampak perubahan iklim?

Siapapun berpotensi terdampak akibat dan efek perubahan iklim. Akan tetapi, kelompok rentan seperti masyarakat adat, perempuan, kelompok miskin, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan kesehatan, lansia dan anak-anak akan merasakan dampak yang lebih berat akibat kerentanan sosial mereka yang lebih tinggi di dalam masyarakat. 

Masyarakat adat, petani, dan nelayan, misalnya, sangat rentan dampak krisis iklim karena penghidupan dan sumber mata pencaharian mereka sangat bergantung pada alam. Kelompok miskin sangat rentan dari sisi kesehatan, ketersediaan pangan, dan seringkali tinggal di wilayah rawan bencana. Lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas rentan dari sisi kesehatan serta seringkali sulit menyelamatkan diri ketika terjadi bencana akibat krisis iklim. Sementara itu, perempuan, terutama di pedesaan, pesisir, atau wilayah kumuh seringkali dilekati beban majemuk untuk memastikan keberlanjutan pangan, ketersediaan air, dan kesehatan di dalam keluarganya sehingga lebih rentan terhadap dampak krisis iklim terhadap air, pangan, dan perekonomian.

Akibat krisis iklim, beberapa sektor utama sangat rentan terdampak yakni sektor sumber daya air, ketahanan pangan dan pertanian, kesehatan, pemukiman, infrastruktur, energi, kehutanan serta pesisir, kelautan dan perikanan. Pada sektor air, adanya dampak penurunan ketersediaan air baik air permukaan maupun air tanah bahkan kelangkaan sumber air untuk mencukupi kebutuhan akan air bersih dan air minum. Salah satu wilayah di Indonesia yang telah diterjang krisis ini adalah Nusa Tenggara Timur. Di musim kemarau ini, beberapa daerah di provinsi tersebut mengalami kekeringan ekstrem yakni Ende, Kupang, Sikka, Sumba Timur, Sabu Raijua, Rote Ndao, Timor Tengah Selatan, Belu, dan Kota Kupang. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahkan telah mengeluarkan laporan yang memperingatkan bahwa Pulau Jawa akan kehilangan hampir seluruh sumber air bersihnya pada tahun 2040.

Sektor pangan dan pertanian juga termasuk paling rentan yang menyebabkan produksi pertanian menurun karena meningkatnya hama, kekeringan dan pola musim yang berubah-ubah dan sulit diprediksi. Pada sektor kesehatan, jelas sekali bahwa meningkatnya penyebaran penyakit dan virus seperti penyakit malaria, demam berdarah, dan diare. Sementara itu, akibat cuaca dan iklim ekstrem berdampak pula pada rentan dan berisikonya wilayah pemukiman dan infrastruktur dari ancaman banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung serta kenaikan muka air laut. Dengan kenaikan suhu permukaan laut juga berdampak pada rusaknya terumbu karang (coral bleaching) dan migrasi ikan di laut sehingga wilayah tangkapan ikan semakin jauh. Kenaikan muka air laut menyebabkan terjadinya abrasi pantai, banjir rob dan intrusi air laut sehingga berdampak pada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Apa bentuk-bentuk konkret adaptasi perubahan iklim?

Bentuk aksi adaptasi perubahan iklim sangat beragam tergantung kondisi dan situasi sebuah wilayah. Beberapa contoh aksi adaptasi antara lain menggunakan sumber daya air secara lebih efisien, menyesuaikan aturan pembangunan gedung dengan kondisi iklim dan cuaca ekstrem, membangun tanggul untuk menahan banjir, mengembangkan tanaman pertanian tahan hama, membuat koridor perlintasan migrasi satwa, dan lain sebagainya. Contoh lain adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi musim karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang lebih panjang, mengatasi dampak kenaikan muka air laut yang menenggelamkan pesisir, menyesuaikan rencana penanggulangan bencana dan rencana kesehatan umum dengan cuaca yang semakin ekstrem, melindungi petani dan suplai bahan pangan dari dampak perubahan iklim, melindungi kualitas udara, memprioritaskan aksi untuk melindungi kelompok rentan seperti masyarakat adat, kelompok miskin, dan sebagainya, mempersiapkan diri untuk melakukan relokasi.

Apa komitmen pemerintah Indonesia terkait adaptasi perubahan iklim?

Dalam NDC Pertama Indonesia yang diserahkan kepada UNFCCC pada tahun 2016, adaptasi menjadi salah satu bagian dari komitmen iklim Indonesia. Aksi adaptasi Indonesia bertujuan untuk memperkuat ketangguhan iklim, yang terdiri dari tiga aspek, yaitu ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan penghidupan, dan ketahanan ekosistem dan lanskap.

Sumber: Paparan Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, 2019

 

Aksi adaptasi terkait ketahanan ekonomi mencakup pertanian dan perkebunan berkelanjutan, pengelolaan DAS terintegrasi, penurunan deforestasi dan degradasi hutan, konservasi lahan, pemanfaatan lahan terdegradasi untuk energi terbarukan, dan perbaikan efisiensi energi dan pola konsumsi.

Aksi adaptasi terkait ketahanan sosial dan sumber penghidupan mencakup peningkatan kapasitas adaptasi melalui sistem peringatan dini, kampanye kesadaran publik secara luas, dan program kesehatan masyarakat, pengembangan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan lokal untuk mengamankan akses kepada sumber daya alam utama, mengakselerasi program kesiapsiagaan menghadapi bencana dalam rangka pengurangan risiko bencana, identifikasi wilayah sangat rentan dalam perencanaan dan tata guna lahan, peningkatan permukiman masyarakat, penyediaan kebutuhan dasar dan pembangunan prasarana tahan iklim, serta pencegahan dan resolusi konflik. 

Aksi adaptasi terkait ketahanan ekosistem dan lanskap mencakup konservasi dan restorasi ekosistem, perhutanan sosial, perlindungan kawasan pesisir, pengelolaan DAS terintegrasi, dan kota berketahanan iklim. 

Selain itu, ada pula kondisi yang akan mendukung ketahanan iklim, yaitu kepastian dalam perencanaan dan tata guna lahan, ketahanan tenurial, ketahanan pangan, ketahanan air, dan energi terbarukan.

Sumber: Paparan Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, 2019

Adaptasi Perubahan Iklim dalam Updated NDC
Hingga artikel ini ditulis, dokumen Updated NDC Indonesia belum dapat diakses secara publik. Akan tetapi, pemerintah telah mengumumkan peningkatan ambisi adaptasi perubahan iklim dalam Updated NDC yang akan diserahkan kepada UNFCCC tahun 2020 ini. Dokumen Updated NDC ditingkatkan dari sisi adaptasi dengan memuat rincian mengenai program, strategi, dan aksi untuk mencapai ketahanan ekonomi, sosial, mata pencaharian (livelihood), dan lanskap.
Bagaimana rencana aksi pemerintah Indonesia terkait adaptasi perubahan iklim?

Untuk menjalankan adaptasi perubahan iklim, Indonesia telah memiliki Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) yang dikeluarkan tahun 2014. Pemerintah juga telah menyusun sistem informasi untuk menunjang aksi adaptasi menuju ketahanan iklim, yaitu SIDIK (Sistem Informasi Data Indeks Kerentanan) serta mengembangkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai program nasional untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat untuk memperkuat kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta untuk memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan masyarakat.

Peraturan terkait adaptasi perubahan iklim

Undang-Undang No. 37 Tahun 2014 tentang Konservasi Tanah dan Air

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 33 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim

Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS)

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.7/Menlhk/Setjen/Kum.1/2/2018 Tentang

Pedoman Kajian Kerentanan, Risiko, Dan Dampak Perubahan Iklim

Peraturan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim No.P.1/PPI/SET/KUM.1/1/2018 Tentang Pedoman

Penilaian Registrasi Pakar Terkait Adaptasi Perubahan Iklim

 

Peraturan Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim No.P.2/PPI/SET/KUM.1/1/2018 Tentang Pedoman

Fasilitasi Penyusunan Rencana Adaptasi Perubahan Iklim di Daerah

 

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI No.P.84/MENLHK-SETJEN/KUM.1/11/2016 tentang Program Kampung Iklim

 

Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim No. P1/PPI/SET/KUM.1/2/2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Kampung Iklim

Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim No. P5/PPI/SET/KUM.1/12/2017 tentang Pedoman Penghitungan Emisi Gas Rumah Kaca untuk Aksi Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Masyarakat

Referensi

Daisy Simmons, “What is climate change adaptation, and why does it matter?” diunduh dari https://yaleclimateconnections.org/2019/12/what-is-climate-change-adaptation-and-why-does-it-matter/

 

Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim, “ProKlim – Perhutanan Sosial: Perubahan Perilaku untuk Mendukung Upaya Pengendalian Perubahan Iklim,” 2019.

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim, “Arah Kebijakan dan Sasaran Adaptasi Perubahan Iklim di Indonesia,” disampaikan di Jakarta pada 24-25 April 2018, diunduh dari ditjenppi.menlhk.go.id

European Commission, “Adaptation to climate change,” diunduh dari https://ec.europa.eu/clima/policies/adaptation_en

Nur Masripatin, Presentasi Penasihat Senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu dalam Webinar mengenai Updated NDC pada 13 April 2020

“Socially vulnerable groups sensitive to climate impacts,” diunduh dari https://www.climatejust.org.uk/socially-vulnerable-groups-sensitive-climate-impacts

United Nations Environment Programme, “Climate Adaptation,” diunduh dari https://www.unenvironment.org/explore-topics/climate-change/what-we-do/climate-adaptation

United Nations Environment Programme, “Facts about the Climate Emergency” diunduh dari https://www.unenvironment.org/explore-topics/climate-change/facts-about-climate-emergency

“What do adaptation to climate change and climate resilience mean?” diunduh dari https://unfccc.int/topics/adaptation-and-resilience/the-big-picture/what-do-adaptation-to-climate-change-and-climate-resilience-mean

2021 Jadi Tahun Terpanas Kelima Sejak 1850

2021 Jadi Tahun Terpanas Kelima Sejak 1850

Dilansir dari beritasatu, tahun 2021 adalah tahun terpanas kelima yang tercatat sejak tahun 1850. Para ilmuwan Uni Eropa (UE) mengatakan tingkat karbon dioksida dan metana yang menghangatkan planet di atmosfer mencapai titik tertinggi baru. Seperti dilaporkan Al...

Dilema Kendaraan Listrik. Bersih Tapi Merusak?

Dilema Kendaraan Listrik. Bersih Tapi Merusak?

Presiden Joko Widodo meninjau sebuah kendaraan listrik dan alat pengisi daya baterainya saat meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang menandai pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu 15 September 2021. Proyek pembangunan...

Komitmen Partai Politik Hadapi Perubahan Iklim

Komitmen Partai Politik Hadapi Perubahan Iklim

Foto utama: Sejumlah penari bawa poster partai politik(Ilustrasi). Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara Komitmen Partai Politik dalam menghadapi perubahan iklim sangat dibutuhkan. Sebab dampak nyata dari perubahan iklim tersebut sudah semakin nyata. Bila terus dibiarkan,...

Relevansi SDGs di Tengah Krisis Iklim

Relevansi SDGs di Tengah Krisis Iklim

Tahun 2021 mungkin menjadi tahun bencana ekologi bagi Indonesia. Di awal November ini misalnya, Kota Batu, Malang lumpuh. Banjir bandang yang terjadi pada awal November 2021 tu menerjang 5 dusun di 4 kecamatan. Kelima dusun itu antara lain adalah, Dusun Sambong dan...

Mengerek Literasi Perubahan Iklim

Mengerek Literasi Perubahan Iklim

Ilustrasi anak-anak yang sedang belajar. Sumber: Shutterstock Tingkat literasi perubahan iklim masyarakat perlu terus kita kerek. Dengan begitu, diharapkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat kita terhadap isu perubahan iklim semakin baik sehingga mereka  mampu...

Krisis Iklim dan Pudarnya Visi Indonesia 2045

Krisis Iklim dan Pudarnya Visi Indonesia 2045

Indonesia pada tahun 2045 adalah Indonesia yang kokoh, kompetitif, dan sejahtera. Tempat bagi warganya mendapatkan akses yang adil dan merata melalui pembangunan ekonomi, inklusi sosial, dan perlindungan lingkungan hidup. Visi itu tentu bukan sekedar didasarkan pada...

KLIMATOGRAFIK: Mulai dari Emisi Nol Bersih, Ya

KLIMATOGRAFIK: Mulai dari Emisi Nol Bersih, Ya

Petani gagal panen, musibah ada di mana-mana, sudah saatnya kita berkaca. Panen emisi harus segera diganti menjadi panen solusi untuk mencapai solusi emisi nol bersih. Apa itu emisi nol bersih? Emisi nol bersih adalah sebuah kondisi ketika semua emisi bisa diserap...

Harapan Masyarakat terhadap COP26

Harapan Masyarakat terhadap COP26

“Harapan saya kepada pengambil kebijakan khususnya di tingkat nasional maupun daerah wajib mendukung aktivitas atau ritual (dalam) pengembangan ekonomi khususnya di bidang perempuan, meningkatkan kapasitas masyarakat adat khususnya di Kajang.” (Ramlah, perempuan...

KLIMATOGRAFIK: Dokumen NDC, Apaan Itu?

KLIMATOGRAFIK: Dokumen NDC, Apaan Itu?

Nationally Determined Contribution atau Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional merupakan komitmen dan aksi Indonesia dalam upaya penurunan emisi GRK dalam rangka mencapai tujuan Persetujuan Paris untuk menahan kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius dan...

COP26, Momentum Indonesia Selamatkan Iklim Dunia

COP26, Momentum Indonesia Selamatkan Iklim Dunia

Indonesia harus ambil peran strategis dalam upaya mengatasi krisis iklim dunia. Hal itu karena Indonesia memiliki modal yang besar khususnya terkait lingkungan, hutan, dan alam, dibandingkan banyak negara lainnya untuk menjawab tantangan krisis iklim dunia yang makin...

Pidato Lengkap Presiden Jokowi di COP26

Pidato Lengkap Presiden Jokowi di COP26

Presiden Joko Widodo menghadiri KTT PBB terkait perubahan iklim (COP26) di Glasgow, Skotlandia, pada Senin (1/11). Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam membantu menangani perubahan iklim yang terus memburuk. Berikut isi lengkap pidato...

Sumpah Pemuda dan Komitmen Iklim Anak Muda

Sumpah Pemuda dan Komitmen Iklim Anak Muda

Keterlibatan generasi dalam menjalankan komitmen perubahan iklim itu penting, mengingat saat ini terus terjadi peningkatan suhu udara yang menjadi pertanda bahwa krisis iklim sudah semakin nyata. Di mana perubahan suhu tersebut menyebabkan musim hujan dan kemarau...

Lepas dari Kutukan Batu Bara, Mungkinkah?

Lepas dari Kutukan Batu Bara, Mungkinkah?

Foto utama: Ilustrasi Industri Batu Bara. Sumber: Tribun News ”Pemerintah perlu melakukan refleksi agar pembangunan dapat berpihak pada masyarakat dan lingkungan hidup, bukan hanya segelintir orang, seperti proyek PLTU  batubara,” ungkap Ginanjar Ariyasuta, aktivis...

Mengapa Harus Memperingati Hari Ozon Sedunia? 

Mengapa Harus Memperingati Hari Ozon Sedunia? 

Setiap tanggal 16 September, dunia memperingati hari ozon internasional atau International Day for the Preservation of the Ozone Layer. Peringatan hari ozon internasional ini sudah berlangsung sejak 1987 atau sejak Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi 49/114 pada...

Manfaat Mangrove dalam Memerangi Krisis iklim

Manfaat Mangrove dalam Memerangi Krisis iklim

Mangrove mempunyai kemampuan bertahan terhadap kenaikan permukaan laut tingkat sedang. Memiliki sistem ketahanan alami menghadapi fluktuasi pasang surut permukaan air laut. Mampu menahan ombak besar dan melindungi garis pantai akibat pengikisan oleh air laut atau...

Bill Gates Bicara Perubahan Iklim, Apa Solusinya?

Bill Gates Bicara Perubahan Iklim, Apa Solusinya?

Nama William Henry Gates III atau lebih dikenal dengan nama Bill Gates belakangan ini kerap menjadi sorotan publik secara global. Bukan hanya karena isu perceraiannya bersama Melinda Gates, bukan juga karena dia berhasil menciptakan teknologi baru, tapi kali ini mata...

Mungkin Sebagian dari Kita Termasuk Pengungsi Iklim

Mungkin Sebagian dari Kita Termasuk Pengungsi Iklim

Salah satu pengalaman traumatis yang masih membekas bagi kebanyakan masyarakat Jogja dan saya khususnya adalah gempa Jogja pada 27 Mei 2006 silam. Gempa ini walaupun tidak berdampak sebesar masyarakat di episentrum gempa, tapi cukup memaksa saya dan keluarga untuk...

Sudah Siapkah dengan Pajak Karbon?

Sudah Siapkah dengan Pajak Karbon?

Di saat terjepit oleh Covid-19 dan krisis iklim, wacana penerapan pajak karbon (carbon tax) di Indonesia dinilai sebagai pilihan terbaik. Pasalnya, bukan hanya dianggap mampu menambal kebocoran keuangan negara akibat pandemi covid-19, pajak karbon juga bermanfaat bagi...

Bisakah Indonesia Berhenti Membabat Hutan?

Bisakah Indonesia Berhenti Membabat Hutan?

Kita mungkin masih ingat sebuah pertemuan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Kinabalu, Malaysia pada 2018 lalu yang meratifikasi dan mengadopsi standar dan kriteria RSPO untuk memperkuat pembangunan sosial, perlindungan lingkungan, dan kemajuan ekonomi di...

Pajak Karbon dan Mengapa Penting Menerapkannya?

Pajak Karbon dan Mengapa Penting Menerapkannya?

Rencana pemerintah untuk menetapkan tarif atas emisi karbon melalui pengenaan pajak karbon (carbon tax), tentu merupakan angin segar dalam upaya menekan laju krisis iklim dunia. Kabar gembira ini juga dapat diartikan sebagai sinyal bahwa pemerintah semakin optimis...

Peran Anak Muda Kendalikan Iklim

Peran Anak Muda Kendalikan Iklim

Krisis iklim merupakan salah satu tantangan paling besar yang dihadapi umat manusia, saat ini dan juga di masa depan. Dampak krisis iklim pun semakin dirasakan saat ini. Menurut Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam ikhtisar...

Krisis Iklim Mengancam Kelestarian Flora Fauna

Krisis Iklim Mengancam Kelestarian Flora Fauna

International Panel on Climate Change (IPCC, 2007) telah membuktikan gejala perubahan iklim dengan hasil observasi yang menunjukkan terjadinya peningkatan suhu udara dan lautan secara global, melelehnya es secara cepat dan luas, dan meningkatnya ketinggian permukaan...

Waspada Bahaya Deforestasi 

Waspada Bahaya Deforestasi 

Pemerintah Indonesia akan mendapatkan bantuan dana dari para pihak karena melihat capaian penurunan emisi oleh Indonesia. Norwegia akan melakukan pembayaran berbasis hasil (Result Based Payment) sebesar 56 juta dollar AS (sekitar seperduabelas anggaran Kementerian...

Maksimalkan Pendanaan untuk Capai Target NDC 

Maksimalkan Pendanaan untuk Capai Target NDC 

Dalam upaya menurunkan emisi karbon sebesar 29 persen hingga 41 persen pada tahun 2030, Indonesia membutuhkan dukungan pendanaan. Tidak hanya melalui kemampuan dalam negeri, pendanaan untuk mencapai target penurunan emisi sebagaimana tersebut dalam komitmen NDC,...

Krisis Iklim dan Dampaknya Bagi Generasi Muda

Krisis Iklim dan Dampaknya Bagi Generasi Muda

Generasi muda harus ikut bergerak mendorong Indonesia segera keluar dari krisis iklim. Salah satu upayanya adalah dengan aktif mengkampanyekan pentingnya kepedulian terhadap bumi.  Partisipasi generasi muda dibutuhkan karena Indonesia merupakan negara yang sangat...

Utak Atik Strategi Capai Nol Emisi 

Utak Atik Strategi Capai Nol Emisi 

Pemerintah Indonesia sangat serius dalam pengendalian perubahan iklim, setidaknya begitu yang dikatakan Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim atau Leaders Summit on Climate yang diselenggarakan secara virtual pada...

UU Iklim – Bisakah Indonesia Seperti Denmark?

UU Iklim – Bisakah Indonesia Seperti Denmark?

Selain terkenal dengan Danish Pastry-nya, Denmark adalah salah satu negara yang paling bahagia di dunia!  Kesetaraan sosial dan semangat komunitas yang tinggi di Denmark adalah salah satu alasannya. Denmark juga merupakan negara dengan tingkat korupsi terendah di...

Sudah Meminta Maaf pada Bumikah Lebaran Tahun Ini?

Sudah Meminta Maaf pada Bumikah Lebaran Tahun Ini?

Momen Idulfitri identik dengan permintaan maaf satu sama lain. Budaya meminta maaf ini tentu tidak jauh dari pemaknaan Idulfitri yang jatuh di bulan Syawal. Konon katanya, bulan Syawal merupakan bulan peningkatan diri seseorang. Dengan meminta maaf kepada satu sama...

Jadi, Kapan Indonesia Akan Netral Karbon?

Jadi, Kapan Indonesia Akan Netral Karbon?

Layaknya proses kontemplasi panjang dalam menentukan tanggal baik untuk melaksanakan pernikahan, pemerintah Indonesia tampaknya juga sedang bergumul untuk menentukan kapan Indonesia mampu mencapai target netralitas karbon (net zero emission). Sebelumnya, Indonesia...

Langkah Selandia Baru Menuju Net Zero Emission

Langkah Selandia Baru Menuju Net Zero Emission

Belakangan ini dunia dibuat iri dengan penanganan Covid–19 yang dilakukan oleh Selandia Baru, di mana negara tersebut memuncaki peringkat pertama penanganan pandemi terbaik di dunia berdasarkan data The Lowy Institute. Kesigapan Selandia Baru terhadap Covid-19 ini...

Indonesia Bergabung dengan Koalisi Aksi Adaptasi

Indonesia Bergabung dengan Koalisi Aksi Adaptasi

SIARAN PERS Nomor: SP.142/HUMAS/PP/HMS.3/5/2021  Perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi perekonomian, kehidupan masyarakat dan mata pencaharian Indonesia melalui dampaknya terhadap produksi dan distribusi pangan, air dan energi, serta kesehatan lingkungan....

Karpet Merah untuk Proyek Food Estate

Karpet Merah untuk Proyek Food Estate

Pemerintah memberikan sejumlah keistimewaan regulasi untuk mempermudah realisasi proyek pangan berskala luas di empat provinsi bernama food estate. Kemudahan regulasi itu dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan karena berpotensi membuka hutan alam cukup...

Seberapa Penting Merayakan Hari Hutan Sedunia?

Seberapa Penting Merayakan Hari Hutan Sedunia?

Tepat pada 21 Maret tiap tahunnya, masyarakat dunia memperingati Hari Hutan Sedunia (International Day of Forests). Hari hutan sedunia sendiri diperingati pertama kali pada tanggal 21 Maret 2013 berdasarkan resolusi PBB pada 28 November 2012. Di tahun ini, hari hutan...

Food Estate Ancam Target Pengurangan Emisi

Food Estate Ancam Target Pengurangan Emisi

Rencana Pemerintah Indonesia membangun usaha pangan berskala luas atau food estate di empat provinsi, akan menjadi hambatan serius untuk memenuhi target pengurangan emisi. Sebab, potensi hutan alam yang hilang karena proyek itu hampir setara dengan tiga kali luas...

Surat Terbuka Untuk Joe Biden

Surat Terbuka Untuk Joe Biden

SURAT TERBUKA Jakarta, 22 April 2021  Kepada Presiden Joseph R. Joe Biden President United States of America  The White House  1600 Pennsylvania Avenue NW  Washington, DC 20500   Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada anda atas gebrakan besar pada...

Capai Target NDC Indonesia dengan Mengurangi Emisi

Capai Target NDC Indonesia dengan Mengurangi Emisi

Kehutanan menjadi salah satu sektor penting dalam upaya Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca sesuai dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Tak tanggung-tanggung, Pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada sektor kehutanan untuk bisa berkontribusi...

NDC dan Pemulihan Ekonomi Nasional

NDC dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Saat ini, komitmen iklim negara-negara di dunia membawa bumi ke kenaikan suhu global 3 derajat celcius. Untuk mencapai target kenaikan suhu 1,5 derajat celcius maka ambisi iklim yang tertuang dalam Nationally Determinded Contributions (NDC) harus ditingkatkan 3 sampai...

Hutan Dikelola Masyarakat, Iklim Selamat

Hutan Dikelola Masyarakat, Iklim Selamat

Perhutanan sosial menjadi tumpuan dalam upaya penyelamatan iklim. Perhutanan sosial sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk melakukan pemerataan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus melestarikan hutan. Berdasarkan studi Yayasan...

Aksi Mengurangi Karhutla Untuk Selamatkan Iklim

Aksi Mengurangi Karhutla Untuk Selamatkan Iklim

Karhutla di lahan gambut merupakan sumber emisi terbesar Indonesia karena sulit dipadamkan dan menimbulkan polusi karbon (emisi gas rumah kaca) yang lebih besar dibanding di lahan mineral. Kebakaran di gambut menimbulkan asap yang sangat beracun dan membahayakan...

Aksi Mengurangi Degradasi Untuk Selamatkan Iklim

Aksi Mengurangi Degradasi Untuk Selamatkan Iklim

Sederhananya, degradasi adalah menurunnya kualitas hutan alam (berkurangnya tutupan, tegakan, pohon, stok karbon, dan lainnya) sehingga yang tadinya hutan alam primer berubah menjadi hutan alam sekunder. Ada tiga aksi yang harus dilakukan pemerintah untuk mengurangi...

Aksi Mengurangi Deforestasi Untuk Selamatkan Iklim

Aksi Mengurangi Deforestasi Untuk Selamatkan Iklim

Untuk menghentikan deforestasi, ada beberapa langkah yang perlu diambil yakni, pertama, menghentikan ekspansi industri ekstraktif ke hutan alam terutama perkebunan sawit, HTI, dan minerba. Kedua, memperluas kebijakan penghentian pemberian izin baru hingga mencakup...

Hutan, Mangrove, Gambut Dirawat, Iklim Selamat

Hutan, Mangrove, Gambut Dirawat, Iklim Selamat

Merawat hutan, mangrove, dan gambut agar tidak gundul, rusak, dan terbakar adalah kunci pencapaian komitmen iklim Indonesia dan penyelamatan iklim dunia. Menjaga hutan, mangrove, dan lahan gambut dengan memanfaatkan dengan cara yang berkelanjutan sebagaimana yang...

NDC: Komitmen Iklim Indonesia

NDC: Komitmen Iklim Indonesia

Apa itu Paris Agreement atau Perjanjian Paris? Sederhananya, Perjanjian Paris adalah komitmen bersama hampir seluruh negara di dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (mitigasi), mengatasi dampak perubahan iklim (adaptasi), dan menyediakan pendanaan untuk...

Krisis Iklim Melanda Bumi

Krisis Iklim Melanda Bumi

Krisis iklim adalah salah satu tantangan terbesar abad ke-21. Bumi semakin panas menyebabkan pola iklim global berubah drastis. Kekeringan panjang, banjir, dan cuaca ekstrim semakin sering dan daya rusaknya semakin besar. Umat manusia terancam berbagai krisis mulai...

Tantangan Masyarakat Mengakses Dana BPDLH 

Tantangan Masyarakat Mengakses Dana BPDLH 

Setelah menandatangani Perjanjian Paris dan mengirimkan dokumen Nationally Determined Contribution (NDC), peluang pendanaan Indonesia untuk aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim semakin terbuka.  Kementerian Keuangan sudah membuat mekanisme penandaan anggaran...

Bisakah Keekonomian Perhutanan Sosial Diharapkan?

Bisakah Keekonomian Perhutanan Sosial Diharapkan?

Konflik sumber daya alam dan agraria masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat sipil di Indonesia. Data Perkumpulan HuMa Indonesia per Desember 2019 mencatat 346 konflik berlangsung di 166 kabupaten/kota di 32 provinsi. Luas daerah terdampak mencapai 2,3 juta...

Nasib Hutan dan Gambut Indonesia Pasca-Pilkada

Nasib Hutan dan Gambut Indonesia Pasca-Pilkada

Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di sembilan provinsi, 224 Kabupaten dan 37 kota telah berlangsung pada 9 Desember lalu. Momentum politik ini dapat memengaruhi perlindungan hutan dan gambut yang tersisa, serta komitmen iklim Indonesia di sektor kehutanan. ...

NDC Indonesia terganjal agenda politik?

NDC Indonesia terganjal agenda politik?

Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) merupakan satu bentuk pesta demokrasi yang wajib dijalani dalam kurun 5 tahun sekali. Namun, praktiknya perlu diawasi dan dikawal ketat, karena ada peluang mengganggu implementasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim sebagaimana yang...

Rapor Penurunan Emisi Indonesia

Rapor Penurunan Emisi Indonesia

Indonesia berkomitmen menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui skema Nationally Determined Contribution (NDC) berdasarkan Perjanjian Paris 2015. Dalam NDC disebutkan, target penurunan emisi GRK adalah 29 persen melalui skema unconditional atau business as usual...

Menanti Perpres Nilai Ekonomi Karbon yang Mumpuni

Menanti Perpres Nilai Ekonomi Karbon yang Mumpuni

Pemerintah Indonesia boleh gembira karena akan menerima pembayaran pertama dari Norwegia untuk capaian penurunan emisi sebesar 11,2 juta ton CO2e dalam periode 2016-2017. Kompensasi senilai 56 juta dollar yang akan disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan...

Mengulas Hilangnya Hutan Indonesia 2003-2018

Mengulas Hilangnya Hutan Indonesia 2003-2018

Dalam pengelolaan hutan di Indonesia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memiliki terminologi dan definisi yang mengatur tentang klasifikasi hutan sebagaimana yang termaktub dalam Perdirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan No.P.1/VII-IPSDH/2015, Dokumen FREL 2016, SNI 8033, 2014, dan SNI 7645-1, 2014. Hutan primer dan hutan sekunder merupakan bagian dari hutan alam.

SILANG SENGKARUT IZIN

SILANG SENGKARUT IZIN

Analisis terbaru Madani menunjukkan bahwa PIPPIB 2020 Periode 01 yang luasnya 66,3 juta hektare ini bersilang sengkarut dengan berbagai izin dan perlindungan hutan dan lahan.

Kemana Alokasi Dana Perubahan Iklim?

Kemana Alokasi Dana Perubahan Iklim?

Mau dibawa kemana dana perubahan iklim, menjadi pertanyaan besar yang harus segera dijawab para pemangku kepentingan agar menghindari kecurigaan dan juga semaki memperjelas komitmen di tengah krisis multidimensi yang kian menakutkan.